Penerapan Teknologi Budidaya dan Hilirisasi Padi Dorong Kemandirian Petani di Nagari Aie Tajun

Rabu, 21 Januari 2026, Padang Pariaman. Upaya peningkatan produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis teknologi budidaya padi dan hilirisasi hasil pertanian yang dilaksanakan oleh Staf pengajar fakultas pertanian Universitas Ekasakti di Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, pada pekan ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat kelompok tani Saiyo sejumlah 60 orang melibatkan tim dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti dan mahasiswa perguruan tinggi bersama kelompok tani Saiyo setempat, dengan fokus pada penerapan teknologi budidaya padi berkelanjutan serta penguatan hilirisasi berbasis potensi lokal. Program ini bertujuan meningkatkan hasil panen, efisiensi usaha tani, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat nagari.

Sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas ekasakti Ir. Mahmud,MSi  mengatakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis teknologi budidaya padi dan hilirisasi hasil pertanian sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan implementasi nyata ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan riil di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini harus benar-benar memberikan manfaat, khususnya bagi petani dan masyarakat nagari. Kegiatan pengabdian ini menghadirkan narasumber  dosen dari tiga prodi yaitu agroteknologi, agribisnis dan teknologi hasil pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti.

Saya menekankan bahwa teknologi budidaya padi yang diterapkan dalam kegiatan ini hendaknya bersifat tepat guna, mudah diterapkan, dan berkelanjutan, sesuai dengan kondisi agroekosistem serta kearifan lokal setempat. Peningkatan produktivitas tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesehatan tanah dalam jangka panjang. Narasumber dosen yang menyampaikan adalah Ir. Bustari Badal,MP dengan topik teknik budidaya padi, Ir. Meriati,MP dengan topik Cara pembuatan Biochar, Ir. Gustriati,MSi dengan topik cara peningkatan nilai tambah padi dengan pemasaran dan Ir. Syamsuwirman,MP dengan Topik pembuatan pestisida alami.

Selain aspek budidaya, kegiatan ini juga sangat strategis karena mengangkat hilirisasi hasil pertanian produk padi berbasis zero waste disampaikan oleh narasumber Prof.Dr.Ir. I Ketut Budaraga,MSi dari Program studi Teknologi Hasil Pertanian.  Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan pendapatan petani. Petani tidak hanya didorong sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang memahami pengolahan pascapanen, kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.

Kepada para dosen dan mahasiswa, saya berpesan agar kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif. Dengarkan kebutuhan masyarakat, libatkan petani dalam setiap proses, dan jadikan mereka sebagai mitra sejajar. Keberhasilan PkM bukan diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari perubahan positif dan keberlanjutan setelah program berakhir.

Saya juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan luaran yang nyata, baik berupa peningkatan kapasitas masyarakat, model budidaya dan hilirisasi yang aplikatif, publikasi ilmiah, maupun rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.

Akhir kata, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat menjadi langkah awal menuju pertanian padi yang mandiri, bernilai tambah, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh walinagari air tajun diwakili oleh kasi pelayanan pak Adek Chandra.  menyampaikan atas nama pemerintah nagari dan seluruh masyarakat Aie Tajun, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pengabdian dari perguruan tinggi Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti yang telah memilih nagari kami sebagai lokasi kegiatan. Ini merupakan suatu kehormatan sekaligus peluang besar bagi masyarakat, khususnya petani, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian.

Sebagaimana kita ketahui bersama, padi merupakan komoditas utama dan sumber penghidupan masyarakat Nagari Aie Tajun. Namun, tantangan yang dihadapi petani saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan teknologi, hingga fluktuasi harga hasil panen. Oleh karena itu, kehadiran kegiatan pengabdian ini kami harapkan dapat memberikan solusi nyata melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat guna dan berkelanjutan.

Kami juga sangat mengapresiasi fokus kegiatan ini pada hilirisasi hasil pertanian. Selama ini, petani kita lebih banyak menjual gabah atau beras tanpa pengolahan lanjutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pengolahan pascapanen, peningkatan mutu, pengemasan, serta pemasaran produk, sehingga nilai tambah hasil pertanian dapat dinikmati langsung oleh petani dan masyarakat nagari.

Kami mengajak seluruh kelompok tani dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan pengabdian ini. Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, demi kemajuan pertanian di Nagari Aie Tajun.

Akhir kata, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kerja sama antara perguruan tinggi dan Pemerintah Nagari Aie Tajun dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator BPP Lubuk alung, Bapak Jul Ihdiya Munanda, SST.MP menyampaikan atas nama balai penyuluhan pertanian, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perguruan tinggi  Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti yang telah berkolaborasi dengan pemerintah nagari dan BPP dalam kegiatan ini. Sinergi antara akademisi, penyuluh, dan petani merupakan kunci keberhasilan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini sangat sejalan dengan tugas dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian, yaitu mendampingi petani dalam penerapan teknologi budidaya yang tepat guna, efisien, dan ramah lingkungan. Teknologi budidaya padi yang diperkenalkan diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menekan biaya produksi dan risiko kegagalan panen.

Kami juga menyambut baik fokus kegiatan pada hilirisasi hasil pertanian. Ke depan, tantangan pertanian tidak hanya pada bagaimana meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Oleh karena itu, petani perlu dibekali pengetahuan pascapanen, pengolahan, mutu, hingga pemasaran agar mampu berperan dalam rantai nilai pertanian.

Kami berharap para petani dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai media belajar bersama, berdiskusi secara terbuka, dan mencoba inovasi yang diperkenalkan secara bertahap di lahan masing-masing. Balai Penyuluhan Pertanian siap mendampingi dan melanjutkan pembinaan setelah kegiatan pengabdian ini selesai, agar hasilnya benar-benar berkelanjutan.

Akhir kata, semoga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan tani, serta kemajuan pertanian padi di nagari kita.

Terakhir sambutan disampaikan oleh ketua kelompok tani Saiyo pak zahardi mengatakan Atas nama Kelompok Tani Saiyo, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim pengabdian yang telah memilih Nagari Aie Tajun sebagai lokasi kegiatan. Kehadiran Bapak dan Ibu semua merupakan harapan besar bagi kami para petani, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah usaha tani padi.

Selama ini, petani di nagari kami masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan teknologi budidaya, fluktuasi hasil panen, hingga pemasaran gabah yang belum memberikan keuntungan maksimal. Oleh karena itu, penerapan teknologi budidaya yang tepat serta penguatan hilirisasi hasil padi menjadi langkah yang sangat penting untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani.

Kami berharap melalui kegiatan ini, petani tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman tentang pengelolaan usaha tani yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi nilai tambah. Mulai dari teknik budidaya yang lebih efisien, penanganan pascapanen, hingga pengolahan dan pemasaran hasil padi.

Kami, Kelompok Tani Saiyo, berkomitmen untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, membuka diri terhadap inovasi, serta siap bekerja sama agar ilmu dan teknologi yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan di lapangan.

Akhir kata, kami berharap kegiatan pengabdian ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan, kerja sama, dan program lanjutan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani dan Nagari Aie Tajun.

Selanjutnya kegiatan dimulai dengan pemaparan materi oleh dosen diawali  teknis budidaya padi, meliputi pemilihan benih unggul, pengelolaan lahan, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman secara ramah lingkungan. Selain itu, petani juga diperkenalkan pada praktik pertanian berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan produksi.

Tidak hanya pada aspek budidaya, kegiatan ini juga menitikberatkan pada hilirisasi padi, yaitu pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Masyarakat diberikan pelatihan pengolahan pascapanen, pengemasan, sampai produk olahan seperti pembuatan sabun dari beras hingga pengenalan konsep rantai nilai (value chain) dan pemasaran produk berbasis UMKM.

Wali Nagari Aie Tajun menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan petani setempat. “Selama ini petani fokus pada produksi gabah. Dengan adanya pendampingan hilirisasi, masyarakat mulai memahami pentingnya pengolahan dan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif petani dalam setiap sesi pelatihan dan diskusi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Nagari Aie Tajun dapat menjadi contoh pengembangan pertanian padi terintegrasi dari hulu ke hilir, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nagari berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal, serta memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah nagari, dan masyarakat.(Harry/Lppm)