Sosialisasi Transformasi Ekosistem Digital pada Kelompok Nelayan Balik Saiyo

Padang, 1 Febuari 2026 - Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Sosialisasi Transformasi Ekosistem Digital pada Kelompok Nelayan Balik Saiyo”. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan pesisir Teluk Kabung Tengah sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis pengetahuan, teknologi, dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Febri Yeni,S.Pd, selaku Lurah Teluk Kabung Tengah, Ketua Kelompok Nelayan Balik Saiyo beserta anggota, serta dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti. Kehadiran unsur pemerintah kelurahan, akademisi, dan masyarakat nelayan mencerminkan sinergi yang kuat dalam upaya mendorong pembangunan masyarakat pesisir yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Kelompok Nelayan Balik Saiyo selama ini dikenal sebagai kelompok nelayan aktif di Teluk Kabung Tengah dengan hasil tangkapan utama berupa ikan teri. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan dalam kegiatan ini, proses pengelolaan ikan teri yang dilakukan nelayan masih bersifat sederhana dan tradisional. Ikan teri hasil tangkapan direbus terlebih dahulu, kemudian dijemur menggunakan panas matahari, dan setelah kering langsung dijual kepada pengepul tanpa melalui proses pengolahan lanjutan.

Pola pengelolaan tersebut menyebabkan nelayan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan mekanisme pasar yang ditentukan oleh pengepul. Ketika musim hujan datang, proses pengeringan tidak dapat dilakukan secara optimal, sehingga berdampak pada kualitas produk dan jumlah hasil yang dapat dijual. Kondisi ini secara langsung berpengaruh terhadap pendapatan nelayan dan keberlanjutan usaha mereka.

Di sisi lain, ikan teri memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dan dikembangkan secara lebih inovatif. Potensi ini menjadi dasar penting dilaksanakannya kegiatan sosialisasi transformasi ekosistem digital, sebagai upaya awal untuk membuka wawasan nelayan terhadap peluang pengembangan usaha yang lebih bernilai tambah.

Melalui kegiatan ini, Universitas Ekasakti memperkenalkan konsep transformasi ekosistem digital kepada Kelompok Nelayan Balik Saiyo. Transformasi ini dipahami tidak sekadar sebagai penggunaan teknologi digital, tetapi sebagai perubahan menyeluruh dalam cara berpikir, cara bekerja, dan cara membangun jaringan usaha.

Materi utama disampaikan oleh Dr. Nuraini Dahri, Ketua Program Studi Manajemen Informatika. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari, termasuk bagi masyarakat nelayan.

Menurutnya, nelayan perlu mulai memahami ekosistem digital secara bertahap, dimulai dari pemanfaatan perangkat digital yang sudah dimiliki, seperti telepon pintar, hingga penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi dan promosi produk. Media digital dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan nelayan secara langsung dengan konsumen.

“Transformasi ekosistem digital bukanlah proses instan. Nelayan dapat memulai dari langkah-langkah sederhana, seperti memanfaatkan WhatsApp untuk komunikasi dengan pelanggan atau menggunakan media sosial untuk memperkenalkan hasil tangkapan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital, agar nelayan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, dan etika dalam pemanfaatan teknologi digital. Literasi digital dipandang sebagai fondasi agar transformasi digital dapat berjalan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Teti Chandrayanti, dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti. Dalam paparannya, Dr. Teti menegaskan bahwa transformasi ekosistem digital harus diiringi dengan penguatan manajemen usaha agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan nelayan.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan, pencatatan biaya operasional, perencanaan usaha, serta pengendalian proses produksi merupakan aspek mendasar yang perlu dipahami oleh nelayan. Dengan manajemen yang baik, nelayan dapat mengetahui kondisi usaha secara lebih akurat dan memiliki dasar yang kuat dalam mengambil keputusan.

“Teknologi digital akan lebih bermanfaat jika didukung oleh manajemen usaha yang tertib dan terencana. Tanpa manajemen yang baik, digitalisasi justru berpotensi menimbulkan permasalahan baru,” ujarnya.

Dr. Teti juga mendorong nelayan untuk mulai membiasakan diri melakukan pencatatan sederhana terkait hasil tangkapan, biaya operasional, dan pendapatan. Langkah ini dinilai penting sebagai dasar evaluasi usaha dan perencanaan pengembangan di masa mendatang.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi terbuka. Para nelayan menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala yang dihadapi dalam proses pengolahan dan pemasaran ikan teri. Salah satu masukan utama yang mengemuka adalah kebutuhan terhadap teknologi pengeringan berbasis panas sebagai alternatif pengeringan menggunakan sinar matahari.

Selama ini, ketergantungan pada cuaca menjadi kendala utama dalam proses pengeringan ikan teri. Ketika hujan turun, nelayan tidak dapat melakukan pengeringan secara optimal, sehingga menghambat proses produksi dan menurunkan kualitas hasil olahan. Masukan ini menjadi catatan penting dalam diskusi sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan kualitas produk nelayan.

Selain itu, diskusi juga mengarah pada pentingnya pengembangan produk olahan ikan teri agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Pengolahan lanjutan dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan nelayan terhadap pengepul dan memperkuat kemandirian ekonomi kelompok nelayan.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti yang berperan aktif dalam mendukung jalannya sosialisasi. Mahasiswa terlibat dalam pendampingan diskusi, membantu menjelaskan materi, serta berinteraksi langsung dengan nelayan. Keterlibatan mahasiswa ini tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual, tetapi juga memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks nyata. Sementara bagi nelayan, kehadiran mahasiswa memberikan perspektif baru dan semangat dalam menghadapi perubahan.

Kegiatan Sosialisasi Transformasi Ekosistem Digital pada Kelompok Nelayan Balik Saiyo ini menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan menuju nelayan yang lebih adaptif, mandiri, dan berdaya saing. Universitas Ekasakti, melalui Fakultas Ekonomi, berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan riil masyarakat.

Dengan penguatan literasi digital, peningkatan kapasitas manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi yang tepat guna, potensi ikan teri di Teluk Kabung Tengah diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal. Pada akhirnya, transformasi ekosistem digital diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.(Harry/Sahkato)