Padang, 8 April 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ekasakti resmi menjalin kerja sama dengan LPPM Universitas Taman Siswa Padang dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Kantor LPPM Tamsis ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antarperguruan tinggi untuk menghasilkan karya akademik yang lebih relevan, solutif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kerja sama ini tidak hanya merepresentasikan hubungan kelembagaan formal, tetapi juga menjadi komitmen bersama dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi yang produktif, terarah, dan berkelanjutan. Dalam konteks transformasi pendidikan tinggi, kemitraan semacam ini merupakan fondasi penting untuk mendorong lahirnya riset unggulan, publikasi ilmiah berkualitas, dan program pengabdian yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Dari pihak Universitas Ekasakti, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, MSi dan Sekretaris LPPM Harry Setya Hadi, S.Kom., M.Kom. Sementara itu, dari pihak LPPM Universitas Taman Siswa Padang hadir Dr. Ir. Sunadi, MP dan Kepala Bagian Penelitian Hadi Rafindo, SP., MP.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik antarlembaga, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam berbagai agenda strategis, seperti penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, seminar akademik, penguatan kapasitas dosen dan peneliti, serta pelaksanaan program pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lapangan. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan berlanjut pada implementasi program nyata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan tinggi.
Lebih dari itu, kolaborasi antara LPPM Universitas Ekasakti dan LPPM Universitas Taman Siswa Padang juga mencerminkan semangat Kampus Berdampak, yaitu orientasi perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik internal, tetapi juga pada kontribusi konkret dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, memperkuat inovasi sosial, dan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Dalam paradigma ini, penelitian tidak boleh berhenti sebagai luaran administratif, dan pengabdian tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Keduanya harus bertransformasi menjadi instrumen perubahan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui semangat Kampus Berdampak, kedua institusi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah masyarakat, membangun pemberdayaan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan menjadi ruang sinergi untuk melahirkan inovasi yang aplikatif, memperkuat kebermanfaatan riset, dan memastikan hasil-hasil akademik dapat dihilirisasi secara lebih luas.
Bagi Universitas Ekasakti, kerja sama ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperluas kemitraan strategis, meningkatkan mutu kelembagaan LPPM, dan memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak. Sementara bagi Universitas Taman Siswa Padang, sinergi ini menjadi penguatan peran institusional dalam membangun budaya kolaboratif, memperluas jejaring ilmiah, dan mengoptimalkan kontribusi penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, kedua lembaga diharapkan segera menindaklanjuti kerja sama ini melalui agenda yang lebih konkret dan terukur, mulai dari penyusunan roadmap penelitian bersama, pengembangan tema-tema riset prioritas, pelaksanaan program pengabdian kolaboratif, hingga penguatan luaran dalam bentuk publikasi ilmiah, forum akademik, dan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, kolaborasi ini akan memiliki nilai strategis yang lebih kuat, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Kerja sama antara LPPM Universitas Ekasakti dan LPPM Universitas Taman Siswa Padang menjadi bukti bahwa sinergi antarkampus merupakan kunci penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak tinggi. Dengan semangat kemitraan, kolaborasi, dan kebermanfaatan, kedua institusi optimistis dapat melahirkan program-program unggulan yang memperkuat kualitas riset dan pengabdian, sekaligus menghadirkan makna nyata dari kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat.(Harry/LPPM)