Padang – Juri Padang Rancak Award (PRA) 2026 menggelar rapat koordinasi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang untuk mematangkan pelaksanaan lomba agar berjalan tertib, objektif, dan sukses. Rapat ini menjadi bagian penting dalam persiapan teknis menjelang penutupan pendaftaran peserta yang dijadwalkan hingga pekan depan.
Pemerintah Kota Padang kembali mengimbau seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) agar segera mendaftarkan wilayahnya pada Padang Rancak Award 2026 melalui aplikasi Padang Mobile. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung kebersihan, keindahan, dan tata kelola lingkungan di tingkat RT.
Kepala Bidang Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, menegaskan bahwa seluruh RT di Kota Padang diharapkan segera memanfaatkan waktu pendaftaran yang masih tersisa.
“Kami mengajak seluruh RT untuk berpartisipasi aktif, melakukan pendaftaran lomba PRA 2026 melalui aplikasi,” kata Fuad Syukri, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, Ketua RT yang ingin menjadi peserta Padang Rancak Award 2026 wajib mendaftar melalui aplikasi Padang Mobile yang dapat diunduh di Play Store.
“Silakan isi sesuai petunjuk di aplikasi,” ujarnya.
Pelaksanaan Padang Rancak Award 2026 tahun ini dibagi ke dalam tiga sesi. Untuk sesi pertama, kegiatan berlangsung mulai 1 April hingga 6 Mei 2026. Proses penilaian dilakukan dalam empat tahap, sebelum pemenang diumumkan pada 6 Mei 2026.
Secara kelembagaan, pembentukan Tim Pelaksana Padang Rancak Award Tahun 2026 telah ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Padang. Dalam keputusan tersebut, tim pelaksana bertugas menyusun indikator dan instrumen penilaian lomba kelola sampah, melaksanakan penilaian sesuai kriteria dan jadwal, menyusun laporan hasil penilaian secara objektif dan transparan, serta memberikan rekomendasi pemenang kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang.
Berdasarkan lampiran SK Tim Pelaksana, unsur penilai dibagi ke dalam dua kelompok, yakni Penilai I dan Penilai II. Untuk Penilai I, ketua dijabat oleh Andri Rusta, S.IP., M.PP. dari Universitas Andalas, dengan anggota Dr. Jusmita Weriza, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Ekasakti, Syaifuddin Islami, STP., M.Si. dari Universitas Andalas, Charlie Ch. Legi, S.Sos., M.I.Kom. dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, Eri Mardinal dari Padang Ekspres, Herlin Oktavia, S.T., Murni Alman, S.Si., dan Irfan dari unsur DLH Kota Padang.
Sementara itu, Penilai II diketuai oleh Harry Setya Hadi, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Ekasakti, dengan anggota Rosnita Rauf, S.T., M.T. dari Universitas Ekasakti, Betti Dasaisa, S.Sos., M.I.Kom. dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, Rahma Winda, S.Pd. dari Harian Haluan, serta Reni Afriani, S.P., Fauziah Fitri Handayani, Amd.Kep., Elvandri, S.Kom., dan Farhan Yudia Putra dari DLH Kota Padang.
Selain didukung oleh unsur pemerintah, akademisi, dan media, pelaksanaan Padang Rancak Award 2026 juga diperkuat oleh dukungan LPPM Universitas Ekasakti. Dukungan tersebut diarahkan pada penguatan sistem dan hasil pemikiran berbasis teknologi yang memberi dampak langsung terhadap pelaksanaan kegiatan.
Kontribusi ini menunjukkan bahwa Sistem Padang Rancak tidak hanya dibangun sebagai instrumen administratif, tetapi juga diarahkan menjadi sistem berbasis teknologi yang mendukung efektivitas pendaftaran, tata kelola data, hingga penguatan proses penilaian. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi elemen penting agar pelaksanaan program berjalan lebih terukur, adaptif, dan modern.
Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut terhadap pelaksanaan Padang Rancak Award 2026, Universitas Ekasakti juga mempersiapkan sekitar 300 mahasiswa untuk mendukung proses verifikasi lapangan. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan teknis di lapangan, terutama dalam memastikan proses verifikasi berjalan lebih tertib, sistematis, dan efektif.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, ratusan mahasiswa tersebut direncanakan akan mendapatkan pembekalan terlebih dahulu. Pembekalan ini penting agar para mahasiswa memahami mekanisme verifikasi, indikator penilaian, etika pelaksanaan tugas lapangan, serta standar kerja yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan Padang Rancak Award 2026.
Dengan dukungan tersebut, keterlibatan perguruan tinggi tidak berhenti pada level konseptual dan sistem, tetapi juga masuk ke aspek implementasi lapangan. Ini memperkuat posisi Padang Rancak Award 2026 sebagai program kolaboratif yang menggabungkan pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem penataan lingkungan.
Rapat koordinasi para juri di DLH Kota Padang difokuskan pada penyamaan persepsi penilaian, kesiapan teknis lomba, serta langkah mendorong lebih banyak RT ikut ambil bagian. Dengan komposisi tim yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, media, dan perangkat teknis, Padang Rancak Award 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih kredibel, objektif, dan berdampak luas.
Pemerintah Kota Padang berharap seluruh Ketua RT segera menyelesaikan proses pendaftaran sebelum batas waktu berakhir, sehingga kompetisi ini benar-benar menjadi gerakan kolektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, indah, sehat, dan tertata.(Harry/LPPM)