Padang, 22 April 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ekasakti menyerahkan monograf bertajuk Padang Rancak Award 2025 kepada Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebagai wujud kontribusi akademik perguruan tinggi dalam mendukung tata kelola pembangunan daerah yang berbasis data, riset, dan inovasi.
Monograf tersebut disusun sebagai bagian dari ikhtiar ilmiah untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menginterpretasikan berbagai temuan yang diperoleh dari pelaksanaan Padang Rancak Award 2025. Dalam konteks ini, monograf tidak hanya berfungsi sebagai dokumen deskriptif, melainkan juga sebagai instrumen akademik yang memuat hasil pengolahan data secara sistematis guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi Pemerintah Kota Padang.
Di dalam monograf ini, data yang dihasilkan dari Padang Rancak Award 2025 telah melalui tahapan pengolahan dan analisis dengan memanfaatkan pendekatan machine learning. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, klasifikasi kondisi, serta relasi antarvariabel yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan tata kelola kawasan perkotaan. Dengan demikian, hasil analisis yang diperoleh tidak berhenti pada level pemaparan data, tetapi berkembang menjadi basis pengetahuan (knowledge base) yang dapat digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih terukur, objektif, dan berbasis bukti.
Secara substantif, monograf ini memberikan kontribusi strategis dalam merumuskan sejumlah alternatif kebijakan yang dapat dipertimbangkan oleh Wali Kota Padang, khususnya dalam pengelolaan lingkungan. Beberapa keputusan strategis yang dapat diambil antara lain mencakup penetapan wilayah prioritas intervensi lingkungan, penguatan kebijakan berbasis partisipasi masyarakat, optimalisasi program kebersihan dan penataan kawasan, serta penyusunan model tata kelola lingkungan yang adaptif berdasarkan karakteristik data yang berkembang di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, hasil Padang Rancak Award 2025 memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghasilkan penilaian kompetitif, tetapi juga menyediakan landasan ilmiah bagi perumusan kebijakan publik.
LPPM Universitas Ekasakti memandang bahwa integrasi antara kegiatan penghimpunan data lapangan, analisis komputasional, dan interpretasi akademik merupakan langkah penting dalam memperkuat relevansi perguruan tinggi terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Oleh sebab itu, penyusunan monograf ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menghasilkan luaran riset terapan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki utilitas praktis bagi pemerintah daerah.
Sebagai kelanjutan dari inisiatif tersebut, pada pelaksanaan Padang Rancak Award 2026, LPPM Universitas Ekasakti juga akan melaksanakan riset lanjutan terhadap data yang dihasilkan oleh mahasiswa selama proses kegiatan berlangsung. Data tersebut direncanakan akan dikombinasikan dengan data hasil pelaksanaan Padang Rancak Award untuk membentuk suatu basis data terintegrasi yang lebih komprehensif. Integrasi data ini penting untuk meningkatkan kedalaman analisis, memperkuat validitas temuan, serta menghasilkan model rekomendasi yang lebih presisi dalam membaca dinamika sosial, lingkungan, dan tata kelola kawasan di Kota Padang.
Melalui kombinasi data tersebut, LPPM Universitas Ekasakti menargetkan terbentuknya suatu kerangka analisis yang mampu menghubungkan temuan empiris mahasiswa dengan indikator-indikator utama yang dihasilkan dari program Padang Rancak Award. Dengan pendekatan ini, riset yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada evaluasi program, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pendukung keputusan (decision support system) yang dapat membantu Pemerintah Kota Padang dalam merumuskan kebijakan lingkungan secara lebih prediktif, responsif, dan berkelanjutan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik penyerahan monograf tersebut dan mengapresiasi kontribusi akademik Universitas Ekasakti, khususnya LPPM, dalam mendukung pembangunan daerah. Kehadiran monograf Padang Rancak Award 2025 diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah yang bernilai strategis dalam mendukung pengambilan keputusan pemerintah, terutama dalam mewujudkan tata kelola lingkungan perkotaan yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Melalui penyerahan monograf ini, Universitas Ekasakti kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif membangun ekosistem kolaborasi riset dengan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi kebijakan berbasis data yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan dan pembangunan Kota Padang secara keseluruhan. (Harry/LPPM)