Padang, 13 Mei 2026 — Universitas Ekasakti memperkuat kerja sama riset Internet of Things atau IoT bersama PT Carano Integrasi Teknologi. Kerja sama ini dilaksanakan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Ekasakti dan PT Carano Integrasi Teknologi di Rektorat Universitas Ekasakti, Padang.
Kegiatan kerja sama Universitas Ekasakti dengan PT Carano Integrasi Teknologi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Melalui kerja sama tersebut, Universitas Ekasakti mendorong pengembangan riset teknologi terapan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dunia industri, pembangunan daerah, serta penguatan konsep kampus berdampak.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd.; Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ekasakti, Prof. Dr. I Ketut Budaraga; beserta jajaran Universitas Ekasakti. Dari pihak PT Carano Integrasi Teknologi hadir Direktur PT Carano Integrasi Teknologi, Rusrian Yuzaf.
Dalam kerja sama ini, Universitas Ekasakti dan PT Carano Integrasi Teknologi menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada kerja sama kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan penelitian yang aplikatif, terukur, dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement atau MoA antara LPPM Universitas Ekasakti dan PT Carano Integrasi Teknologi. Penandatanganan MoA LPPM Universitas Ekasakti dengan PT CIT menjadi tindak lanjut konkret dari kerja sama kelembagaan, khususnya dalam penguatan pelaksanaan riset Internet of Things dan pengembangan teknologi terapan.
Salah satu fokus utama kerja sama Universitas Ekasakti dan PT Carano Integrasi Teknologi adalah pengembangan riset IoT. Dukungan PT Carano Integrasi Teknologi menjadi momentum penting bagi LPPM Universitas Ekasakti yang saat ini sedang melaksanakan dan merancang sejumlah riset berbasis Internet of Things.
Kepala LPPM Universitas Ekasakti, Prof. Dr. I Ketut Budaraga, menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan Universitas Ekasakti. Menurutnya, kolaborasi dengan mitra industri seperti PT Carano Integrasi Teknologi diperlukan agar riset perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Internet of Things menjadi salah satu bidang riset teknologi yang memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan saat ini. Teknologi IoT memungkinkan proses pemantauan, pengumpulan data, analisis, dan pengambilan keputusan dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Karena itu, penguatan riset IoT di Universitas Ekasakti diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan daerah, masyarakat, dan industri.
Harry Setya Hadi, S.Kom., M.Kom., selaku bagian dari jajaran LPPM Universitas Ekasakti yang saat ini fokus pada riset Internet of Things, memaparkan bahwa LPPM sedang mengembangkan beberapa agenda riset IoT. Topik riset tersebut mencakup pemantauan lingkungan, mitigasi dan deteksi dini kebencanaan, pengelolaan energi, pertanian cerdas, monitoring kualitas udara dan air, sistem peringatan dini, pengelolaan data berbasis sensor, pengembangan sistem pendukung smart city, jaringan telekomunikasi, serta berbagai pengembangan teknologi terapan lainnya.
Menurut Harry Setya Hadi, dukungan PT Carano Integrasi Teknologi memiliki arti penting bagi keberlanjutan riset IoT di Universitas Ekasakti. Ia menyampaikan bahwa sejumlah agenda riset yang sebelumnya sempat tertunda kini memiliki peluang untuk dilanjutkan kembali melalui dukungan dan kolaborasi dengan pihak industri.
“Alhamdulillah, dengan adanya dukungan dari PT Carano Integrasi Teknologi, beberapa riset IoT yang sebelumnya tertunda dapat dilanjutkan kembali. Dukungan ini sangat berarti karena riset yang dikembangkan diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Harry Setya Hadi.
Ia menjelaskan bahwa riset IoT Universitas Ekasakti dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan strategis. Pada bidang lingkungan, IoT dapat digunakan untuk memantau kualitas udara, kualitas air, suhu, kelembaban, dan kondisi ekosistem secara real time. Pada bidang kebencanaan, IoT dapat mendukung sistem deteksi dini banjir, longsor, gempa, dan kondisi darurat lainnya. Sementara pada bidang energi, teknologi IoT dapat dimanfaatkan untuk pemantauan konsumsi energi, efisiensi penggunaan listrik, serta pengembangan sistem energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Selain itu, riset IoT juga memiliki relevansi kuat dengan pengembangan smart city. Melalui pemanfaatan sensor, konektivitas, dan sistem berbasis data, riset IoT dapat mendukung tata kelola kota yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan. Pengembangan ini dapat diarahkan pada sistem pemantauan lingkungan perkotaan, manajemen energi, mitigasi bencana, pengelolaan layanan publik, transportasi cerdas, sistem monitoring berbasis jaringan, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Tidak hanya itu, riset IoT di Universitas Ekasakti juga membuka peluang kolaborasi dalam riset yang dibutuhkan industri, khususnya pada sektor jaringan telekomunikasi. Pengembangan IoT tidak dapat dilepaskan dari dukungan infrastruktur jaringan, konektivitas data, sistem komunikasi perangkat, keamanan data, serta integrasi teknologi telekomunikasi yang andal.
Melalui kerja sama dengan PT Carano Integrasi Teknologi, Universitas Ekasakti membuka ruang kolaborasi riset yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Masukan dari dunia industri dinilai penting agar riset yang dikembangkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan praktis di lapangan. Dengan demikian, riset IoT yang dilakukan dapat diarahkan pada penyelesaian masalah nyata, termasuk pengembangan sistem monitoring berbasis jaringan, konektivitas perangkat, efisiensi komunikasi data, dan pemanfaatan teknologi telekomunikasi untuk layanan masyarakat.
Universitas Ekasakti juga menegaskan keterbukaannya terhadap masukan dari industri dalam pengembangan agenda riset. Kolaborasi dengan PT Carano Integrasi Teknologi diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan akademik dan kebutuhan industri, sehingga hasil penelitian dapat lebih aplikatif, terukur, dan memiliki peluang untuk diimplementasikan secara lebih luas.
Harry Setya Hadi menambahkan bahwa dukungan industri sangat penting dalam memperkuat hilirisasi hasil penelitian. Dengan adanya kerja sama LPPM Universitas Ekasakti dan PT Carano Integrasi Teknologi, riset-riset IoT diharapkan dapat menghasilkan prototipe, model implementasi, sistem monitoring, perangkat berbasis sensor, solusi berbasis jaringan telekomunikasi, dan teknologi yang dapat diuji serta diterapkan secara langsung di lapangan.
Menurutnya, arah pengembangan riset tersebut sejalan dengan semangat kampus berdampak, yaitu perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui riset IoT, Universitas Ekasakti berupaya memperkuat kontribusi akademik dalam menyelesaikan persoalan nyata, mendukung pembangunan daerah, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam pelaksanaan riset, LPPM Universitas Ekasakti bersama PT Carano Integrasi Teknologi dalam waktu dekat akan menyusun Implementation Agreement atau IA. Dokumen IA tersebut akan menjadi dasar teknis pelaksanaan kegiatan riset secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Melalui IA, kedua pihak dapat merumuskan fokus kegiatan, pembagian peran, target luaran, tahapan implementasi, serta bentuk evaluasi terhadap riset IoT yang akan dilaksanakan.
Penyusunan IA LPPM Universitas Ekasakti dan PT CIT dinilai penting agar kerja sama tidak berhenti pada dokumen formal. Lebih dari itu, IA menjadi instrumen untuk memastikan bahwa kolaborasi riset dapat diwujudkan dalam program nyata, menghasilkan luaran yang jelas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., mengapresiasi kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen Universitas Ekasakti dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi perlu terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk dunia industri, agar pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Rektor juga menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Universitas Ekasakti dalam membangun kampus yang berdampak bagi masyarakat. Melalui riset, inovasi, dan kolaborasi dengan industri, perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, termasuk dalam mendukung transformasi digital, penguatan jaringan telekomunikasi, dan pengembangan ekosistem smart city.
Nota Kesepahaman antara Universitas Ekasakti dan PT Carano Integrasi Teknologi tertuang dalam dokumen Nomor 710/UNES/V/2026 dan Nomor 078/CIT-MOU/V/2026. Dokumen tersebut memuat komitmen kedua belah pihak untuk mensinergikan potensi sumber daya dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
710 MoU UNES CIT 2026.pdf
Melalui kerja sama Universitas Ekasakti dan PT Carano Integrasi Teknologi, pengembangan riset Internet of Things diharapkan semakin kuat, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dukungan PT CIT diharapkan menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi hasil riset menjadi inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan daerah, dunia industri, dan masyarakat luas.
Kerja sama ini juga menjadi momentum bagi Universitas Ekasakti untuk memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong riset terapan, inovasi teknologi, kolaborasi akademik-industri, dan pembangunan kampus berdampak. Dengan dukungan kelembagaan, komitmen peneliti, serta keterlibatan PT Carano Integrasi Teknologi, riset IoT Universitas Ekasakti diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu kontribusi ilmiah dan praktis dalam menjawab tantangan pembangunan berbasis teknologi, termasuk pengembangan smart city dan jaringan telekomunikasi di masa depan.(Harry/LPPM)